TUGAS TULISAN ETIKA BISNIS (PORTOFOLIO MAHASISWA TULISAN - 13)
Konflik Sosial
Konflik sosial adalah perebutan agensi atau kekuasaan dalam masyarakat. Konflik sosial terjadi ketika dua orang atau lebih saling bertentangan dalam interaksi sosial, dan masing-masing menggunakan kekuatan sosial dengan timbal balik dalam upaya untuk mencapai tujuan yang tidak sesuai tetapi mencegah yang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Ini adalah hubungan sosial di mana tindakan sengaja diorientasikan untuk melaksanakan kehendak aktor itu sendiri meskipun ada perlawanan dari orang lain. Teori konflik Teori konflik menekankan kepentingan, bukan norma dan nilai, dalam konflik. Pengejaran kepentingan menghasilkan berbagai jenis konflik, yang dengan demikian dilihat sebagai aspek kehidupan sosial yang normal, bukan kejadian yang tidak normal. Persaingan memperebutkan sumber daya seringkali menjadi penyebab konflik.
Teori ini memiliki tiga prinsip: Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang berbeda, yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya. Masyarakat mungkin menggambarkan rasa kerjasama, tetapi ada perebutan kekuasaan yang terus-menerus antara kelompok-kelompok sosial saat mereka mengejar kepentingan mereka sendiri. Dalam masyarakat, kelompok tertentu mengendalikan sumber daya dan alat produksi tertentu. Kelompok sosial akan menggunakan sumber daya untuk keuntungan mereka sendiri dalam mengejar tujuan mereka dan sering mengambil keuntungan dari mereka yang tidak memiliki kendali atas sumber daya. Akibatnya, banyak kelompok yang didominasi akan berjuang dengan kelompok lain dalam upaya untuk mendapatkan kontrol. Sebagian besar waktu, kelompok dengan sumber daya paling banyak akan memperoleh atau mempertahankan kekuasaan karena mereka memiliki sumber daya untuk mendukung kekuasaan mereka. Gagasan bahwa mereka yang memiliki kendali akan mempertahankan kendali dikenal sebagai efek Matthew.
Salah satu cabang teori konflik adalah kriminologi kritis, sebuah istilah yang didasarkan pada pandangan bahwa penyebab mendasar kejahatan adalah penindasan, yang dihasilkan dari kekuatan sosial dan ekonomi yang beroperasi dalam masyarakat tertentu. Perspektif tersebut berasal dari filsuf Jerman Karl Marx, yang memandang sistem peradilan dan hukum untuk memihak yang kaya dan yang berkuasa dalam suatu masyarakat dan agar orang miskin dihukum jauh lebih berat untuk kejahatan yang jauh lebih kecil. Konflik Lingkungan Pada abad ke-21, akademisi dan pembuat kebijakan menjadi semakin prihatin dengan degradasi lingkungan sebagai pendorong konflik sosial. Bidang ekologi politik mempelajari konflik-konflik ini dalam kaitannya dengan dinamika kekuasaan yang lebih luas dan gerakan sosial seperti gerakan keadilan lingkungan dan environmentalisme kaum miskin.
Komentar
Posting Komentar